fbpx
Acara Persiapan Upacara Sekolah Mbinudita
-Sepanjang sejarah Pulau Sumba, ini adalah pertama kalinya bupati datang tanpa acara yang layak- kata pejabat dari Desa Praipaha, yang merupakan desa utama Desa Persiapan Mbinudita. Itu adalah acara peletakan batu pertama paling sederhana yang dihadiri oleh kepala Daerah Kabupaten Sumba Timur.
Fair Future Indonesia - Kawan Baik Indonesia | September 15, 2020/ Kawan Nofi, Kawan Gogon, Kawan Ayu, Kawan Andri, Kawan Alex

Halo Kawan, sahabat terkasih, teman-teman,

Pemberitahuan kesediaan waktu kedatangan Bupati Sumba Timur untuk meletakkan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan sekolah cukup mendadak dan tidak memberikan kesempatan bagi tim Komite Pembangunan Sekolah untuk menyiapkan acara dengan standar masyarakat Sumba dengan penuh prosesi adat, keramaian besar dan makanan khas di Sumba.

Namun, acara tersebut tetap harus digelar mengingat hari kerja tim ahli konstruksi yang datang dari luar pulau memiliki waktu yang terbatas, selain itu juga karena Bupati sendiri sudah memiliki jadwal yang padat ke depan yang membuat tidak mungkin untuk mengatur ulang jadwal lagi.

Meskipun keputusan ini membuat Aparat Desa merasa malu karena akan menjadi topik pembicaraan bagi banyak orang yang menganggap penerimaan bupati tidak pantas, perdebatan yang terjadi harus diakhiri karena situasi pandemi menjadi alasan kuat bahwa tidak perlu ada acara berskala besar dengan sejumlah besar massa untuk meletakkan batu terlebih dahulu. Memahami semua keterbatasan dalam kesederhanaan, kurang dari 24 jam sudah cukup untuk menyambut bupati dan mengadakan acara.

Sebagai anggota panitia, Kawan Baik tidak memberi tahu atau mengundang siswa SD Paralel Mbinudita untuk datang ke acara tersebut, pada kenyataannya, yang pertama muncul di gedung tanpa dinding yang dijadikan lokasi acara adalah seorang anak kecil berseragam merah putih. Di tangannya, sepotong mie instan dipegang teguh, mungkin orang tuanya menyediakannya sehingga jika dia lapar, dia bisa meminta seorang mama untuk memasaknya di dapur darurat kapan saja. Brian, namanya, berada di 7 di pagi hari di kursi sendirian, menatap fondasi sekolahnya, yang sedang digali. Satu jam kemudian, teman-teman lain muncul satu per satu.

Ketika para siswa datang dan bermain bersama di bukit sekolah, satu per satu para wanita datang dan memasuki dapur lengkap dengan peralatan dapur yang dibawa dari rumah masing-masing. Tidak hanya bermain tetapi anak-anak juga membantu dalam menyiapkan tempat untuk acara, mereka mengatur kursi dan meja di tempat pertemuan. Tepat setelah mengatur kursi, Kawan Ayu bersama Guru Ester kembali memberikan pemahaman tentang pencegahan Covid-19 kepada siswa. Meskipun sudah disosialisasikan saat program CCC III Sumba digelar, lebih baik mengingatkan anak-anak untuk tetap waspada dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Setelah pembekalan protokol COVID, siswa diajak untuk mengambil sampah di sekitar lokasi.

Detik demi detik berlalu hingga akhirnya satu per satu tamu undangan sedang berkumpul di kawasan tersebut dan acara siap dimulai. Acara Peletakan Batu Pertama SD SD Mbinudita dihadiri oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Gideon Mbilijora, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur yang diwakili oleh Kepala SD Bapak Umbu Ndilu, Perwakilan Dinas PUPR, Komandan Distrik Militer Bapak Marsel dan pejabat daerah yang terdiri dari Kepala Desa Nggaha Ori Angu, Pejabat Desa Persiapan Mbinudita dan Pejabat Desa Praipaha serta Kepala Sekolah SD Waitama yang merupakan SD Paralel Mbinudita bersama guru SD dan salah satu tokoh masyarakat, Bapak Marten. Tanpa sambutan tradisional dengan mengeruk tekstil tenun, tarian tradisional atau musik, kegiatan siap dimulai.

Kami memberikan semua harapan untuk membangun Mbinudita. Kawan Ayu, Kawan Novie, Kawan Alex. Desa Mbinu Dita.
15.09.2020/aw

#KawanBaikSumba #BangunRebuildMbinudita #KawanBaikBerbagi #BangunMbinuDita

Beberapa Gambar Persiapan Kunjungan Gubernur

Film tentang proyek di sekolah MbinuDita